Anda
penggemar berat sup tom yam? Atau mungkin hidangan berkuah dari ikan atau seafood
lainnya yang berasa segar, pedas, asam, manis dan asin? Nah, anda tepat telah
membuka artikel berjudul Lempah Kuning Khas Bangka yang saya tulis ini.
Hidangan berkuah kuning yang pedas, asam dan segar dimana di dalamnya ikan
segar yang gurih dan potongan nanas yang harum dipadukan. Sedapnya luar biasa!
Setelah mencicipi masakan ini saya pun berpikir ulang lagi jika hendak membuang
uang membeli semangkuk tom yam seafood di resto. Buat apa? Lempah kuning dari
pulau Bangka ini sama lezatnya dengan bumbu yang sangat sederhana serta pasti
ada di dapur anda.
Oke
kita kembali ke resep, lempah sendiri merupakan masakan basah, berkuah (soupy)
yang biasanya berbahan dasar ikan laut atau daging sapi dengan rempah-rempah
yang beraroma kuat. Di bahasa Belitung, lempah disebut dengan gangan. Lempah
sendiri variasinya bermacam-macam, lempah kuning seperti yang saya posting kali
ini menggunakan ikan sebagai bahan utamanya, biasanya ikan tengiri atau ikan
kakap dengan kuah yang berwarna kuning karena menggunakan kunyit pada
bumbunya, umumnya dimasukkan juga potongan nanas atau mangga muda ke dalamnya.
Orang Belitung menyebutnya dengan Gangan Ketarap.
Sedangkan lempah darat/daret adalah masakan berkuah yang berisi sayur-mayur seperti pucuk idat, akar keladi, dan sayur mayur lainnya, biasanya disajikan dengan nasi hangat plus ikan asin dan sambal belacan (terasi). Lempah kulat adalah masakan yang terbuat dari kulat (bahasa Bangka untuk jamur) dengan kuah santan, mirip-mirip dengan kari. Nah ada satu jamur dari Bangka yang sangat mahal harganya karena langka yaitu kulat/jamur Pelawan. Jamur ini hanya tumbuh di pohon Pelawan (Cyanometra cauliflora), salah satu jenis pohon langka yang tumbuh di hutan-hutan pulau Bangka. Kuliner Bangka-Belitung sendiri dipengaruhi oleh banyak kebudayaan terutama dari Melayu dan China.
Sedangkan lempah darat/daret adalah masakan berkuah yang berisi sayur-mayur seperti pucuk idat, akar keladi, dan sayur mayur lainnya, biasanya disajikan dengan nasi hangat plus ikan asin dan sambal belacan (terasi). Lempah kulat adalah masakan yang terbuat dari kulat (bahasa Bangka untuk jamur) dengan kuah santan, mirip-mirip dengan kari. Nah ada satu jamur dari Bangka yang sangat mahal harganya karena langka yaitu kulat/jamur Pelawan. Jamur ini hanya tumbuh di pohon Pelawan (Cyanometra cauliflora), salah satu jenis pohon langka yang tumbuh di hutan-hutan pulau Bangka. Kuliner Bangka-Belitung sendiri dipengaruhi oleh banyak kebudayaan terutama dari Melayu dan China.
Untuk
memasak lempah kuning ini kunci utamanya adalah pada kesegaran ikan yang
digunakan, makin segar maka makin sedap kuah yang dihasilkan. Di resep aslinya
menggunakan ikan tengiri atau ikan kakap, saya menggantinya dengan ikan kembung
yang mudah diperoleh di pasar dengan harga yang murah. Ikan kembung sangat
lezat dengan daging yang sedikit terasa asin dan gurih. Untuk nanasnya, saran
saya gunakan yang matangnya sedang, jangan yang terlalu masak ya agar tidak
lekas lunak saat di rebus. Santap hidangan ini panas-panas dengan nasi hangat
atau tanpa tambahan nasi sama sekali seperti yang saya lakukan. Sedap! Pilih Menu